- Marketing

Masjid Raya medan yang Indah

Masjid Raya medan yang Indah

Masjid Raya medan yang Indah

Masjid raya medan atau yang mempunyai julukan lain yaitu masjid raya al mashun merupakan sebuah masjid yang terletak di medan sumatera utara. Masjid ini dibangun pada tahun 1966 dan selesai pada tahun 1993 pada awal pendiriannya, masjid raya medan ini menyatu dengan komplek istana. gaya arsitekturnya khas timur tengah india dan spanyol.

Bentuk Masjid

masjid raya al-mashun ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan timur utara dan barat. masjid raya medan ini merupakan saksi sejarah kehebatan suku melayu sang pemilik dari kesultanan deli kota medan sultan makmun al-rasyid perkasa alam sebagai pemimpin kesultanan deli memulai pembangunan masjid raya amazon pada tanggal 21 agustus 1966 ( 1 rajab 1324 ) keseluruhan pembangunan rampung pada tanggal 10 September 1969 ( 25 sakban 1329 ) hak sekaligus digunakan yang ditandai dengan pelaksanaan salat jumat pertama di masjid ini.

keseluruhan pembangunannya menghabiskan dana sebesar 1 juta golden sultan memang sengaja membangun masjid kerajaan ini dengan mudah karena menurut prinsipnya hal itu lebih utama ketimbang kemegahan istananya sendiri atau istana maimun. Pendanaan pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh sultan namun konon yang tokoh kota medan dari etnis tionghoa yang sejaman dengan sultan makmun al-rasyid turut berkontribusi mendanai pembangunan masjid ini.

Sejarah Masjid

pada awalnya masjid raya al-mashun dirancang oleh arsitek belanda panas yang juga merancang istana maimun namun kemudian prosesnya dikerjakan oleh teman. panas ketika itu dipanggil ke pulau jawa oleh pemerintah hindia belanda untuk bergabung dalam proses restorasi candi borobudur di jawa tengah. sebagian bahan bangunan diimpor antara lain marmer untuk dekorasi diimpor dari itali jerman dan dan kaca patri dari cina dan lampu gantung langsung dari perancis.

masjid ini dengan denah simetri segi delapan dalam corak bangunan campuran maroko eropa dan melayu dan timur tengah.  denah yang persegi delapan ini menghasilkan ruang bagian dalam yang unik tidak seperti masjid pada umumnya. 4 penjuru masjid masing-masing diberi beranda dengan atap tinggi berubah warna hitam, melengkapi kubah utama di atap bangunan utama masjid. beberapa beranda masjid dilengkapi dengan pintu utama dan tangga hubungan antara pelataran dengan lantai utama masjid yang ditinggikan kecuali bangunan belanda di sisi mihrab. Bangunan masjid raya medan ini terbagi menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara.

Arsitektur Masjid

ruang utama tempat sholat rumah berbentuk segi delapan tidak sama sisi. pada sisi berhadapan lebih kecil terdapat beranda serambi kecil yang menempel dan menjorok keluar. jendela yang mengelilingi pintu brandal terbuat dari kayu dengan kaca patri yang sangat berharga. Sisa peninggalan art nouveau periode 1890 – 1914 yang dipadu dengan kesenian islam seluruh ornamentasi di dalam masjid baik di dinding plafon tiang dan permukaan lengkung yang kaya dengan hiasan bunga dan tumbuhan. di depan beberapa beranda masjid terdapat tanda. Kemudian, segi delapan tadi pada bagian luarnya tampil dengan 4 gang pada keempat sisinya yang mengelilingi ruang salat utama. Masjid Raya Medan ini mempunyai deretan beberapa jendela tidak ter daun yang berbentuk lengkungan yang terdiri di atas balok. baik beranda maupun jendela lengkung itu mengingatkan desain bangunan kerajaan islam di spanyol pada abad pertengahan. sedangkan kubah masjid mengikuti model turki dengan bentuk yang patah bersegi delapan. kubah utama dikelilingi 4 kubah lain di atas masing-masing belanda dengan ukuran yang lebih kecil. bentuk kubahnya mengingatkan kita pada masjid raya banda aceh. di bagian dalam masjid terdapat 8 pilar utama berdiameter 0,60 m yang menjulang tinggi untuk menyangga kubah utama pada bagian tengah. mihrab dari masjid ini terbuat dari marmer dengan atap kubah runcing. gerbang masjid ini berbentuk bujur sangkar beratap datar sedangkan menara masjid berhias paduan antara mesir iran dan arab.